Bawaslu Temanggung Dorong Peran Aktif Pemuda dalam Deteksi Dini Radikalisme dalam Perspektif Pengawasan Demokrasi
|
Temanggung — Bawaslu Kabupaten Temanggung menghadiri kegiatan Peningkatan Kewaspadaan dan Deteksi Dini bagi Pemuda dan Pelajar terhadap Potensi Terorisme dan Radikalisme yang diselenggarakan oleh Bakesbangpol Kabupaten Temanggung pada Sabtu (20/6/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memperkuat ketahanan ideologi bangsa, khususnya di kalangan generasi muda. Pemuda dan pelajar dipandang sebagai kelompok strategis yang memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas sosial, politik, serta keamanan daerah dari pengaruh paham radikal yang dapat mengancam persatuan bangsa.
Dalam kegiatan tersebut, hadir Anggota Bawaslu Kabupaten Temanggung, Wahyu Nur Arfiyanto, yang sekaligus menjadi narasumber dengan materi berjudul “Peningkatan Kewaspadaan dan Deteksi Dini bagi Pemuda dan Pelajar terhadap Potensi Terorisme dan Radikalisme dalam Perspektif Pengawasan Pemilu dan Pemilihan”.
Dalam pemaparannya, Wahyu menekankan bahwa ancaman radikalisme tidak hanya berkaitan dengan isu keamanan nasional, tetapi juga dapat berdampak pada kualitas demokrasi, khususnya dalam proses pemilu dan pemilihan kepala daerah.
“Generasi muda harus mampu menjadi garda terdepan dalam menjaga ruang demokrasi tetap sehat. Radikalisme dapat menyusup melalui berbagai cara, termasuk melalui media sosial dan lingkungan pergaulan. Oleh karena itu, kemampuan literasi digital dan kewaspadaan menjadi sangat penting,” ujar Wahyu.
Ia juga menegaskan bahwa pengawasan pemilu tidak hanya menjadi tanggung jawab penyelenggara pemilu semata, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif masyarakat, termasuk pelajar dan mahasiswa.
“Pengawasan partisipatif adalah kunci. Jika pemuda memiliki kesadaran kritis dan keberanian untuk melaporkan indikasi pelanggaran atau penyimpangan, maka kualitas demokrasi kita akan semakin kuat,” tambahnya.
Sementara itu, pihak Bakesbangpol Kabupaten Temanggung dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman generasi muda terkait bahaya radikalisme dan terorisme yang dapat mengganggu keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Mereka juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor, termasuk antara pemerintah daerah, lembaga pengawas pemilu, sekolah, serta organisasi kepemudaan dalam membangun sistem deteksi dini yang efektif.
Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan pelajar dan pemuda dari berbagai sekolah serta organisasi kepemudaan di Kabupaten Temanggung. Para peserta tampak antusias mengikuti sesi materi dan diskusi, terutama terkait dengan cara mengenali indikasi awal penyebaran paham radikal di lingkungan sekitar.
Di akhir kegiatan, diharapkan para peserta tidak hanya memahami teori mengenai bahaya radikalisme, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari melalui sikap kritis, bijak dalam bermedia sosial, serta aktif menjaga lingkungan yang kondusif.
Melalui kegiatan ini, Bawaslu Kabupaten Temanggung menegaskan komitmennya untuk terus berperan dalam memperkuat pendidikan politik dan demokrasi, khususnya bagi generasi muda sebagai calon pemimpin masa depan bangsa.
Penulis : Humas
Editor : Humas
Foto : Humas