Perkuat Kompetensi Penyelesaian Sengketa, Peserta Pendidikan Khusus Ikuti Simulasi Mediasi Sengketa Proses Pemilu
|
Temanggung – Peserta Pendidikan Khusus Penyelesaian Sengketa Proses Pemilu (PSPP) mengikuti Simulasi Mediasi Penyelesaian Sengketa Proses Pemilu pada sesi pertama dihari ke 6 yang dipandu oleh Ketua Bawaslu Kabupaten Temanggung, Roni Nefriyadi, Rabu (22/7/2026).
Simulasi ini merupakan bagian dari penguatan kapasitas peserta dalam memahami mekanisme penyelesaian sengketa proses Pemilu melalui pendekatan mediasi sebagaimana diatur dalam ketentuan peraturan perundang-undangan.
Dalam pelaksanaannya, peserta dibagi ke dalam lima kelompok untuk melaksanakan roleplay berdasarkan studi kasus sengketa proses Pemilu. Masing-masing kelompok memerankan pihak-pihak yang terlibat dalam proses mediasi, mulai dari pemohon, termohon, hingga mediator, sehingga peserta memperoleh pengalaman praktik yang mendekati kondisi nyata.
Ketua Bawaslu Kabupaten Temanggung, Roni Nefriyadi, mengatakan bahwa simulasi merupakan metode pembelajaran yang penting karena memberikan kesempatan kepada peserta untuk mempraktikkan secara langsung materi yang telah diperoleh selama pelatihan.
"Penyelesaian sengketa proses Pemilu tidak cukup dipahami hanya dari sisi regulasi. Seorang pengawas Pemilu juga harus memiliki kemampuan komunikasi, negosiasi, serta menjaga netralitas dalam memfasilitasi para pihak. Melalui simulasi ini, peserta dapat merasakan bagaimana proses mediasi berlangsung sehingga lebih siap ketika menghadapi kondisi yang sebenarnya," ujar Roni.
Ia menambahkan, keterampilan mediasi merupakan salah satu kompetensi yang perlu dimiliki dalam mendukung penyelenggaraan Pemilu yang demokratis, berkeadilan, dan berintegritas.
Melalui simulasi tersebut, peserta dibekali pemahaman mengenai tahapan penyelesaian sengketa, teknik komunikasi yang efektif, serta mekanisme mediasi yang mengedepankan prinsip profesionalitas, objektivitas, dan keadilan. Pendekatan pembelajaran berbasis praktik ini diharapkan mampu meningkatkan kompetensi peserta dalam mengidentifikasi persoalan, membangun komunikasi antarpihak, dan memfasilitasi penyelesaian sengketa sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Kegiatan berlangsung interaktif dengan antusiasme tinggi dari seluruh peserta. Simulasi ini menjadi salah satu metode pembelajaran yang efektif untuk mengintegrasikan pemahaman teoritis dengan praktik lapangan, sehingga peserta Pendidikan Khusus PSPP memiliki bekal yang lebih komprehensif dalam mendukung pengawasan Pemilu yang berintegritas.
Penulis : Humas
Editor : Humas
Foto : Humas