Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Temanggung Perkuat Demokrasi Melalui Diskusi Pola Asuh Santri di Pondok Pesantren Al Ittihad

Konsoldem

Anggota Bawaslu Wahyu Nur Arfiyanto beserta Staf melaksanakan Konsolidasi Demokrasi yang di Sambut langsung oleh Pengurus Pondok Pesantren Al Ittihad

Temanggung - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Temanggung melaksanakan kegiatan Konsolidasi Demokrasi sebagai upaya memperkuat penyelenggaraan Pemilihan Umum di luar tahapan. Kegiatan tersebut diselenggarakan bersama pengurus Pondok Pesantren Al Ittihad pada Rabu (3/6/2026).

Konsolidasi Demokrasi ini menjadi bagian dari komitmen Bawaslu Kabupaten Temanggung dalam membangun budaya demokrasi yang berkelanjutan di tengah masyarakat. Melalui forum diskusi dan dialog, peserta diajak untuk memahami nilai-nilai demokrasi yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk di lingkungan pendidikan pesantren.

Fokus pembahasan dalam kegiatan tersebut adalah “Membangun Pola Asuh Santri yang Demokratis dan Berwawasan Terbuka.” Tema ini dipilih untuk mendorong terciptanya lingkungan pendidikan yang menjunjung tinggi nilai-nilai keterbukaan, partisipasi, toleransi, serta penghargaan terhadap perbedaan pendapat.

Kegiatan dilaksanakan oleh Anggota Bawaslu Kabupaten Temanggung, Wahyu Nur Arfiyanto, bersama jajaran Bawaslu. Dalam kesempatan tersebut, Wahyu menyampaikan bahwa penguatan demokrasi tidak hanya dilakukan saat tahapan Pemilu berlangsung, tetapi juga melalui pendidikan politik dan penguatan nilai-nilai demokrasi di berbagai elemen masyarakat.

"Pesantren memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk karakter generasi muda. Melalui pola asuh yang demokratis dan berwawasan terbuka, santri dapat tumbuh menjadi pribadi yang menghargai perbedaan, mampu berdialog secara sehat, serta memiliki kepedulian terhadap kehidupan bermasyarakat dan berbangsa," ujar Wahyu.

Ia juga menegaskan bahwa nilai-nilai demokrasi sejatinya sejalan dengan ajaran yang berkembang di lingkungan pesantren, seperti musyawarah, keadilan, tanggung jawab, dan sikap saling menghormati.

"Demokrasi bukan hanya soal memilih pemimpin, tetapi juga tentang bagaimana kita membangun budaya saling menghargai, terbuka terhadap gagasan baru, dan menyelesaikan perbedaan melalui musyawarah. Nilai-nilai tersebut sudah menjadi bagian dari tradisi pendidikan pesantren," tambahnya.

Melalui kegiatan ini, Bawaslu Kabupaten Temanggung berharap nilai-nilai demokrasi dapat semakin dipahami dan diterapkan oleh para santri serta pengelola pesantren, sehingga mampu melahirkan generasi yang kritis, terbuka, dan bertanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Selain itu, sinergi antara Bawaslu dan lembaga pendidikan keagamaan diharapkan terus terjalin guna memperkuat kualitas demokrasi dan partisipasi masyarakat dalam kehidupan demokratis di Kabupaten Temanggung.

Penulis : Humas
Editor : Humas
Foto : Humas