Lompat ke isi utama

Berita

Perkuat Pengawasan Partisipatif, Bawaslu Temanggung Gelar Konsolidasi Demokrasi dan Uji Petik PDPB di SMK NU Kedu

Konsol dan uji

Koordinator Divisi P2H Sumarsih didampingi Kasubbag melakukan uji petik PDPB ke sejumlah Siswa SMK NU

Temanggung - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Temanggung terus berupaya memperkuat kualitas demokrasi melalui peningkatan partisipasi masyarakat, khususnya generasi muda. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah dengan menggelar kegiatan Konsolidasi Demokrasi dan Uji Petik Pengawasan Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) di SMK NU Kedu, Kabupaten Temanggung, pada Senin (5/5/2026).

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat (P2H) Bawaslu Kabupaten Temanggung, Sumarsih, yang hadir bersama jajaran Kasubbag serta staf. Kehadiran tim Bawaslu disambut hangat oleh pihak sekolah yang diwakili oleh Ibu Hima selaku perwakilan guru SMK NU Kedu.

Dalam kegiatan Konsolidasi Demokrasi tersebut, Bawaslu mengusung tema “Pengawasan Partisipatif pada Pemilih Pemula”. Tema ini dipilih sebagai bentuk komitmen Bawaslu dalam mendorong keterlibatan aktif pemilih pemula, khususnya pelajar, agar tidak hanya menjadi peserta pemilu, tetapi juga turut berperan dalam mengawasi jalannya proses demokrasi.

Dalam pemaparannya, Sumarsih menegaskan bahwa pemilih pemula memiliki posisi strategis dalam menentukan arah demokrasi ke depan. “Pemilih pemula bukan hanya objek dalam pemilu, tetapi juga subjek yang dapat berperan aktif dalam melakukan pengawasan partisipatif. Dengan pemahaman yang baik, generasi muda dapat turut menjaga integritas proses demokrasi,” ujarnya.

Selain itu, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan uji petik pengawasan terhadap pelaksanaan Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB). Dalam kegiatan tersebut, Bawaslu tidak hanya melakukan uji petik secara administratif, tetapi juga melibatkan siswa secara langsung sebagai bagian dari edukasi demokrasi. Para siswa diberikan pemahaman mengenai pentingnya akurasi data pemilih serta diajak untuk memahami proses pemutakhiran data secara berkelanjutan.

Bawaslu juga melakukan uji petik pemutakhiran data pemilih berkelanjutan kepada siswa, dengan memberikan simulasi dan contoh kasus sederhana terkait pengecekan data pemilih. Melalui metode ini, siswa dapat mengetahui bagaimana memastikan dirinya terdaftar sebagai pemilih serta memahami langkah-langkah yang harus dilakukan apabila menemukan ketidaksesuaian data.

Sumarsih menambahkan bahwa keterlibatan siswa dalam uji petik ini menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran kritis sejak dini. “Kami ingin siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga praktik sederhana dalam memastikan data pemilih itu akurat. Ini adalah bagian dari pendidikan demokrasi yang aplikatif,” tambahnya.

Ibu Hima dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kehadiran Bawaslu Kabupaten Temanggung di SMK NU Kedu. Ia berharap kegiatan ini dapat memberikan wawasan baru bagi para siswa terkait pentingnya demokrasi serta peran aktif generasi muda dalam mengawasi proses pemilu.

Para siswa yang mengikuti kegiatan tampak antusias mengikuti rangkaian acara. Diskusi interaktif yang berlangsung memberikan ruang bagi para pelajar untuk bertanya dan menyampaikan pandangan mereka terkait pemilu, pengawasan partisipatif, serta pentingnya pemutakhiran data pemilih yang berkelanjutan.

Melalui kegiatan ini, Bawaslu Kabupaten Temanggung berharap dapat membangun kesadaran kritis di kalangan pemilih pemula serta memperkuat sinergi antara lembaga pengawas pemilu dengan dunia pendidikan. Dengan demikian, diharapkan tercipta ekosistem demokrasi yang lebih partisipatif, transparan, dan berintegritas di masa mendatang.

Penulis : Humas
Editor : Humas
Foto : Humas