Bawaslu Temanggung Ikuti Konsolidasi dan Halal Bihalal Nasional: Perkuat Soliditas dan Silaturahmi Insan Pengawas Pemilu
|
Temanggung - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Temanggung mengikuti kegiatan Konsolidasi, Halal Bihalal, dan Santunan Sosial Insan Pengawas Pemilu bertema “Menjalin Silaturahmi, Menguatkan Soliditas” yang diselenggarakan oleh Bawaslu RI secara daring melalui Zoom Meeting di Media Center, Rabu (8/4/2026).
Kegiatan ini diikuti oleh jajaran pimpinan Bawaslu RI, pejabat struktural (JPT Madya dan Pratama), pejabat fungsional dan staf, tenaga ahli, Kepala Sekretariat Bawaslu Provinsi, Ketua dan Anggota Bawaslu Provinsi, serta Bawaslu Kabupaten/Kota se-Indonesia. Dari Kabupaten Temanggung, Anggota Bawaslu Temanggung, Wahyu Nur Arfiyanto, turut mengikuti kegiatan tersebut secara daring.
Dalam sambutan pembukaan, Kepala Biro SDM dan Umum Bawaslu RI, Dr. Jufri Syahruddin, menekankan pentingnya membangun komunikasi yang harmonis dalam organisasi. Ia menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi wadah strategis untuk memperkuat interaksi lintas unit dan wilayah. Menurutnya, keberhasilan organisasi tidak hanya ditentukan oleh sistem, tetapi juga oleh kualitas hubungan antar individu di dalamnya. Momentum halal bihalal dinilai efektif untuk mencairkan suasana, menghapus kesalahpahaman, serta memperkuat kepercayaan antar jajaran. Ia juga menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari strategi penguatan kelembagaan yang berkelanjutan.
Sementara itu, dalam laporan panitia, Drs. Ferdinan Eskol Tiar Sirait menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang sebagai integrasi antara konsolidasi organisasi, penguatan nilai spiritual, serta kepedulian sosial. Ia juga menyampaikan bahwa kegiatan berlangsung sesuai rencana dengan dukungan penuh dari seluruh pihak, baik yang hadir secara langsung maupun daring.
Ketua Bawaslu RI, Dr. Rahmat Bagja, dalam sambutannya menyampaikan sejumlah poin strategis. Ia mengawali dengan ucapan Idulfitri dan permohonan maaf lahir dan batin kepada seluruh jajaran, seraya menekankan pentingnya saling memaafkan sebagai fondasi hubungan kerja yang sehat. Ia juga mengajak seluruh peserta untuk merefleksikan nilai-nilai Ramadan seperti disiplin, kesabaran, dan empati untuk diimplementasikan dalam tugas pengawasan pemilu.
Lebih lanjut, Rahmat Bagja menegaskan bahwa kinerja Bawaslu merupakan hasil kerja kolektif, sehingga diperlukan penguatan soliditas dengan menghilangkan sekat-sekat organisasi dan meningkatkan sinergi lintas unit maupun daerah. Ia juga menyoroti keberagaman latar belakang jajaran Bawaslu sebagai modal sosial dalam menjaga demokrasi Indonesia.
Momentum Hari Ulang Tahun ke-18 Bawaslu turut menjadi perhatian dalam sambutannya. Ia menyebut usia tersebut sebagai simbol kedewasaan organisasi yang diharapkan semakin matang dalam menjalankan fungsi pengawasan. Selain itu, kegiatan santunan kepada anak yatim menjadi wujud kepedulian sosial dan pengingat akan pentingnya nilai kemanusiaan dalam setiap pelaksanaan tugas.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyinggung tantangan global akibat konflik internasional yang berdampak pada stabilitas dunia, serta mengajak seluruh peserta untuk mendoakan perdamaian. Di sisi lain, ia mengingatkan bahwa persiapan Pemilu 2029 telah mulai dilakukan, sehingga kesiapan sumber daya manusia dan kelembagaan perlu diperkuat sejak dini.
Kegiatan dilanjutkan dengan tausiyah dan diakhiri dengan penyerahan santunan sosial kepada anak yatim yang diwakili oleh perwakilan masyarakat setempat. Kegiatan ini diharapkan semakin mempererat silaturahmi serta memperkuat soliditas insan pengawas pemilu dalam menjalankan tugas ke depan.
Penulis : Humas
Editor : Humas
Foto : Humas