Bawaslu Temanggung Konsolidasikan Penguatan Demokrasi Bersama Guru SMK Swadaya
|
Temanggung – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Temanggung menggelar diskusi konsolidasi demokrasi bersama guru SMK Swadaya Kabupaten Temanggung, Rabu (11/3/2026).
Kegiatan yang berlangsung di SMK Swadaya tersebut mengangkat isu strategis mengenai dominasi pemilih pemula serta tantangan perlindungan dari praktik politik uang melalui penguatan ketahanan demokrasi dan peran lembaga pendidikan.
Diskusi ini dilaksanakan sebagai bagian dari upaya Bawaslu Kabupaten Temanggung dalam mempersiapkan pengawasan Pemilu tahun 2029 pasca berakhirnya Pemilu dan Pilkada 2024. Selain itu, kegiatan ini juga merupakan implementasi dari mandat Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum yang menugaskan Bawaslu untuk melakukan pencegahan pelanggaran pemilu dan sengketa proses pemilu melalui pemetaan potensi kerawanan serta peningkatan partisipasi masyarakat dalam pengawasan pemilu.
Kegiatan yang berlangsung selama 120 menit tersebut dihadiri oleh empat orang guru SMK Swadaya Kabupaten Temanggung. Dalam diskusi tersebut, Bawaslu menekankan pentingnya kolaborasi antara penyelenggara pemilu dan lembaga pendidikan dalam memperkuat kualitas demokrasi di daerah.
Dalam forum diskusi, Bawaslu Kabupaten Temanggung menyampaikan bahwa berdasarkan data kepemiluan, pemilih pemula menjadi salah satu kelompok pemilih yang dominan di Kabupaten Temanggung. Kelompok ini memiliki posisi strategis dalam menentukan arah demokrasi karena umumnya masih dalam tahap membentuk preferensi politik serta belum memiliki kepentingan politik tertentu.
Namun demikian, pemilih pemula juga dinilai memiliki kerentanan terhadap pengaruh lingkungan sekitar, termasuk lingkungan pendidikan. Dalam diskusi tersebut muncul temuan adanya indikasi oknum yang diduga mengarahkan siswa untuk memilih calon tertentu dengan iming-iming kompensasi. Praktik semacam ini dinilai berpotensi mencederai integritas pemilu serta menanamkan pola pikir politik transaksional sejak dini.
Bawaslu menegaskan bahwa lingkungan pendidikan harus tetap menjadi ruang yang netral dari kepentingan politik praktis. Guru sebagai pendidik dan teladan moral memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran demokrasi yang kritis, rasional, serta menjunjung tinggi nilai integritas dan kejujuran.
Melalui forum tersebut, Bawaslu Kabupaten Temanggung juga menegaskan komitmennya untuk mendorong pendidikan politik berbasis nilai integritas serta mencegah praktik politik uang, khususnya di kalangan pemilih pemula. Selain itu, penguatan pengawasan partisipatif di lingkungan sekolah juga menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas demokrasi.
Sebagai tindak lanjut dari diskusi tersebut, beberapa langkah strategis disepakati, di antaranya penguatan sosialisasi terkait netralitas tenaga pendidik dalam pemilu, edukasi kepada siswa mengenai bahaya politik uang, peningkatan pengawasan preventif di lingkungan pendidikan, penyediaan kanal pelaporan yang aman, serta penguatan kolaborasi antara Bawaslu dan pihak sekolah dalam program pendidikan demokrasi.
Melalui kegiatan konsolidasi demokrasi ini, diharapkan terbangun pemahaman bersama bahwa penguatan demokrasi tidak hanya terjadi pada saat tahapan pemilu berlangsung, tetapi juga harus ditanamkan melalui nilai-nilai demokrasi yang tumbuh dalam kehidupan sehari-hari, termasuk di lingkungan pendidikan.
Penulis : AFA
Editor : Humas
Foto ; Humas